Advertisement

PROGRAM GERAKAN LIERASI SEKOLAH (GLS)

 

Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS)


Hidup di abad XXI, kita dituntut untuk literat dan terampil menggunakan serta menghasilkan teks multimodal, yakni dapat memilih konten yang akurat, memahaminya, dan menerapkan dalam kesehariannya. Di sekolah, tahap inilah yang menjadi target capaian peserta didik ketika kini aspek literasi masuk dalam kegiatan pembelajaran.
Data Penelitian Pemeringkatan Literasi melalui Indeks Literasi Nasional oleh Kemendikbud yang menghasilkan Indeks Alibaca (Angka Literasi Membaca) Indonesia yang dikeluarkan di tahun 2019 menunjukan hasil bahwa dari 34 provinsi di Indonesia, terdapat sembilan provinsi (26%) masuk dalam kategori aktivitas literasi sedang; 24 provinsi (71%) masuk kategori rendah; dan satu provinsi (3%) masuk kategori sangat rendah dimana artinya, tidak ada satupun provinsi di Indonesia yang masuk kategori aktivitas literasi tinggi.
Rendahnya budaya literasi nasional juga secara tidak langsung menunjukkan bahwa budaya literasi disekolah pun masih rendah. Hal inilah yang pada akhirnya memunculkan program Gerakan lierasi sekolah (GLS). Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa yang bertujuan agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.
Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Tujuan umum gerakan literasi sekolah yaitu untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Selain itu adapula tujuan khusus gerakan literasi sekolah diantaranya yaitu:

  1. Menumbuh kembangkan budaya literasi di sekolah.
  2. Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat.
  3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
  4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

Kegiatan Literasi di SMAN 1 Pakel telah mulai berjalan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi dan pembimbingan KSN. Namun begitu tidak lantas menutup untuk pengembangan potensi pada bidang lain, baik akademik maupun non akademik. Gerakan lierasi sekolah tetap diselaraskan dengan Visi dan Misi SMAN 1 Pakel. Gerakan Literasi Sekolah ini merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah baik guru, peserta didik, orang tua/wali murid, dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan sehingga membutuhkan dukungan kolaboratif berbagai elemen. Upaya yang ditempuh untuk mewujudkannya berupa pembiasaan membaca yang dilakukan dengan kegiatan 15 menit membaca. Kegiatan ini dikelola oleh TIM Literasi Sekolah yang merupakan gabungan dari Guru-guru Bahasa dan Guru-guru pembimbing KSN disekolah serta dengan dukungan penuh segenap warga sekolah. Pepustakaan yang merupakan pusat dari literasi sekolah dimanfaatkan sebagai sumber utama oleh siswa dalam melaksanakan program literasi ini.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, dan auditori. Di abad 21 ini , kemampuan ini disebut sebagai literasi informasi.

Prinsip literasi sekolah merupakan pedoman yang mendasari gerakan literasi sekolah. Adapun prinsip literasi sekolah adalah sebagai berikut.
  • Literasi sekolah harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik berdasarkan karakteristiknya.
  • Pelaksanaannya harus berimbang dengan berbagai jenis/ragam teks serta memperhatikan hal-hal yang dibutuhkan peserta didik.
  • Berlangsung secara terintegrasi dan menyeluruh untuk semua kurikulum.
  • Literasi sekolah harus dijalankan secara berkelanjutan.
  • Literasi harus disertai kegiatan kecakapan dalam berkomunikasi secara lisan.
  • Dilakukan dengan mempertimbangkan keberagaman.


Kegiatan literasi sekolah bisa diisi secara bervariasi, bergantung pada kreativitas peserta didik, kegiatan Literasi yang ada di SMA Negeri 1 Pakel adalah :
  1. Kegiatan wajib kunjungan ke perpustakaan
  2. Pembuatan mading kelas atau sekolah setiap minggu/bulan.
  3. Membaca buku non pelajaran sebelum dimulai pembelajaran.
  4. Membuat pohon literasi di setiap mading kelas.
  5. Mengadakan perlombaan karya literasi antar kelas setiap satu semester.
  6. Membuat Pojok Literasi di sekolah beserta spot membaca yang cozy atau nyaman.

Posting Komentar

0 Komentar